Monday, February 7, 2011

Kenapa Android Gunakan Nama Hidangan Penutup?


Mengikuti rilis sistem operasi (OS) Android baru memang menarik. Google memiliki ciri khas dalam menamakan OSnya ini dengan nama-nama hidangan penutup.

Tengok saja nama-nama OS Android sejak pertama kali dirilis, mulai dari Cupcake (Android 1.5), Donut (Android 1.6), Eclair (Android 2.1), Froyo (Android 2.2), Gingerbread (Android 2.3), yang baru dirilis  khusus untuk tablet, Honeycomb (Android 3.0), dan yang segera hadir berikutnya Ice Cream (Android 2.4). Sebenarnya apa alasan Google?

Raksasa internet itu menolak menjelaskannya. Juru bicara Google, Randall Sarafa, menyebutkan pemberian nama-nama tersebut adalah hasil keputusan internal dan Google memang memilih untuk tampil sedikit ajaib dalam hal ini.

"Ketika sebuah platform Android baru dirilis, mereka akan menyandang nama-nama hidangan penutup. Dan sebagian besar, sesuai dengan urutan alfabet," dari CNN, Senin (7/2/2011).

Ya, coba perhatikan lebih seksama, keunikan lain OS Android selain menggunakan nama hidangan penutup, ternyata nama-nama tersebut memiliki huruf awal yang berurutan sesuai abjad, yakni Cupcake, Donut, Eclair, Froyo, Gingerbread, HoneyComb, dan Ice Cream. Dan biasanya, Google akan membuatkan patung yang menjadi ikon dari setiap OSnya itu. 

Namun disebutkan Sarafa, konsumen hanya tahu bahwa perilisan OS Android dimulai dari huruf C, yakni Cupcake. "Untuk dua produk sebelumnya yang dimulai dengan huruf A dan B, saya tidak terlalu mengenalnya," ujarnya seraya menjelaskan bahwa OS tersebut dirilis sekitar empat tahun silam.

Yang jelas, seperti perusahaan lainnya, Google tentu bertujuan menempelkan ciri khas bagi produknya agar menarik dan mudah diingat. Contoh lain, kompetitornya Apple misalnya, memilih nama jenis kucing besar untuk OS yang dirilisnya, sebut saja Cheetah, Puma, Jaguar, Panther, Tiger, Leopard dan Snow Leopard.

Mengikuti rilis sistem operasi (OS) Android baru memang menarik. Google memiliki ciri khas dalam menamakan OSnya ini dengan nama-nama hidangan penutup.

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

 
coompax-digital magazine