Monday, February 7, 2011

Flip Ultra HD: Camcorder Imut dan Praktis dari Cisco






Sebagian orang pasti mengira ini adalah ponsel atau alat perekam suara. Memang di Indonesia produk besutan Cisco Consumer ini belum terlalu tenar. Namun di luar negeri, banyak kalangan keluarga ataupun jurnalis yang memanfaatkan efisiensi kamera rekam mungil ini.

Pasalnya di balik desainnya yang simpel, ringan, dan unik, Flip UltraHD adalah sebuah camcorder yang dibekali kualitas rekam 720p (HD). Bobotnya yang ringan pun mudah untuk dimasukan ke saku untuk diajak berjalan-jalan.

Tak perlu lagi repot-repot mengcapture hasil rekaman dari camcorder ke PC layaknya produk lain. Usai merekam video, pengguna cukup mencolokan benda kotak ini dan langsung upload video hasil rekaman di internet.


Mudah Dioperasikan, Ringan di Saku

Tak seperti camcorder konvensional lainnya, Flip UltraHD sangat mudah dioperasikan, bahkan untuk ibu-ibu yang terkadang malas membaca buku manual.

Layaknya kamera flip lainnya, produk ini memiliki tombol kotak empat arah tepat di bawah LCD 2 inch-nya. Tombol atas dan bawah digunakan untuk melakukan zooming dalam modus perekaman. Sementara tombol kiri dan kanan digunakan untuk memilih klip video hasil rekaman. Di sisinya masih terdapat tombol 'play' dan 'delete'.

Tombol rekam sendiri didesain di tengah dengan warna bulatan merah. Tekan sekali untuk melakukan recording, tekan sekali lagi untuk mematikannya. Tombol power terletak di sisi kanan, sementara tombol flip-out USB di sisi kirinya.


Kualitas Video Cukup Bagus, Sayangnya...

Pada dasarnya, UltraHD memiliki resolusi 1280x720 pixel dengan kecepatan 60 fps. Sayangnya tak ada kemampuan pengambilan foto pada Flip UltraHD ini.

Di satu sisi, camcorder mungil ini menawarkan banyak kelebihan. Namun di sisi lain, Ultra HD juga memiliki banyak kekurangan.

Selain tak bisa digunakan untuk memotret, produk ini juga tak memiliki beragam efek video. Tampaknya Cisco ingin membawa camcorder Flip tampil apa adanya.produk ini juga tak memiliki memori eksternal SD.

Yang paling sedikit fatal, UltraHD tak dilengkapi lampu flash bawaan. Alhasil saat menjumpai kondisi minim cahaya hasil pun menjadi kurang maksimal.

Secara umum, akhirnya fungsi produk ini hanyalah rekam-colok-upload. Untunya, kemampuan port USB nya cukup bagus. Tak ada permasalahan koneksi fatal saat mentransfer data ke PC.

Satu lagi, saat ingin melakukan charging, jangan pernah mencari adaptornya. Pasalnya, Cisco telah mendesain UltraHD untuk menyerap tenaga langsung dari colokan USB. Layar pun bakal menunjukan indikator charging.


Performa Video dan Baterai
Dari hasil ujicoba, UltraHD memiliki ketahanan baterai sekitar 1,5 jam saat digunakan secara penuh hingga mati. Dengan memori sebesar 8 GB, kurang lebih pengguna dapat memuat konten video selama dua jam.

Produk ini memiliki dua jenis baterai: charging dan AAA. Saat baterai charge habis, pengguna tinggal mengganti dengan tiga buah baterai AAA di dalamnya.

Penyakit bagi semua jenis camcorder tanpa lampu flash adalh noise. Begitu juga dengan produk ini. Walau dapat menyerap kondisi pencahayaan minim, namun tetap saja gambar tampak sedikit dipaksakan kontrasnya. Alhasil pada video muncul titik-titik grain atau interpolation artifact.

Satu hal positifnya, UltraHD tergolong memiliki kemampuan 'anti goyang' yang cukup baik. Saat di tes merekam video sambil berlari, video yang dihasilkan pun tak terlalu goyang.


Kelebihan:
+ Kecepatan pengembilan gambar 60 fps
+ Baterai dapat diganti Lithium Cell atau AAA

Kekurangan:
- Tanpa lampu flash
- Tidak bisa digunakan untuk memotret

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

 
coompax-digital magazine